Selasa, 22 Januari 2013

Contoh Makalah Akidah Akhlak

MAKALAH AKIDAH AKHLAK
AMAL SHALEH PERSATUAN
DAN KESATUAN


DI SUSUN OLEH   :
         Elsa Maia

GURU PEMBIMBING : 
Jumiatun S.Ag



MADRASAH ALIYAH
NEGRI MODEL JAMBI

TAHUN AJARAN 2012 - 2013






KATA PENGANTAR
            Segala puji bagi Allah SWT. Tuhan semesta alam yang telah melimpah kan rahmat dan karunia nya sehingga penulis berhasil menyusun makalah ini yang berjudul ‘’Amal Shaleh Persatuan dan Kesatuan’’. Walau pun dalam proses penyusunan makalah ini penulis mendapat kan beberapa hambatan dan masalah tetapi dengan bantuan beberapa pihak dan atas seidzin zat yang maha kuasa akhir nya penulis berhasil menyusun makalah ini.
        Makalah ini di buat sebagai tugas kelompok Akldah Akhlak semester genap dan juga di guna kan  sebagai pelengkap materi diskusi yang akan di laksana kan ketika jam pelajaran Akidah Akhlak.
        Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca.Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih banyak terdapat kesalahan dan kekurangan, oleh karna kritik dan saran dari pembaca sangat di harap kan dan akan di terima penulis dengan senang hati demi penyempurnaan makalah ini di masa mendatang.



                                                                             Jambi, 15 Januari 2013


                                                                        Penulis

A.Amal Saleh
1. Pengertian Amal Shaleh
          Kata amal shaleh di dalam Al – Qur’an disebut kan berulang kali, dan hamper di pastikan selalu beriringan dengan kata iman. Itu menunjuk kan karna hanya orang – orang yang beriman lah yang mampu mampu melaksana kan amal yang shaleh. Lebih dari 400 tempat dalam Al – Qur’an di temui kata – kata mengenai amal, dan sebagian besar beriringan dengan kata As-salihah, yang berarti kebaikan – kebaikan. Banyak  nya perkataan tersebut menunjuk  kan tentang penting nya makna yang terkandung dalam perkataan amal.
          Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, amal di artikan sebagai perbuatan (baik atau buruk) perbuatan baik mendatang kan pahala, suatu yang di tuju kan untuk mendatang kan kebaikan terhadap masyarakat atau sesame manusia. Sedang kan secara istilah, amal saleh berarti perbuatan sungguh – sungguh dalam menjalan kan ibadah atau pun menunai kan kewajiban agama yang di lakukan dalam bentuk berbuat kebaikan  terhadap masyarakat atau sesame manusia.
          Di lihat dari sudut syariah, amal merupa kan unsur yang pokok. Dalam Al – Qur’an banyak dijumpai perkataan amal dengan berbagai bentuk nya, seperti : ‘amila, ‘amala, ta’malun, ya’malun, ‘amilun, ‘amalus salihat, dan ‘amalus sayyi’at.
2. Karakteristik dan Nilai Positif Amal Saleh
          Secara umum pengelompokan amal terbagi dua, yaitu amal saleh (amal yang baik) dan ‘amalus sayyi’ah (amal yang buruk). Amal saleh ialah segala perbuatan kebajikan yang mendatang kan manfaat untuk diri sendiri, keluarga, bangsa, dan manusia seluruh nya. Baik berupa perbuatan, perkataan , maupun sikap. Bahkan tidak melakukan perbuatan yang di larang Allah itu pun termasuk Amal saleh.
          Al – Qur’an banyak menerang kan tentang manfaat atau nilai positif dari amal saleh, baik di dunia maupun di akhirat, antara lain :
a.    Senantiasa mendapat keberuntungan
Surah Al – Qasas (28) ayat 67

فامامن تاب وامن و عمل صا لحا فعسى ان يكون من
المفلحين ( القصص : ٦٧ ) 
Artinya : Maka ada pun orang yang bertobat dan beriman, serta mengerjakan amal kebajikan, maka mudah – mudahan dia termasuk orang yang beruntung. ( QS. Al – Qasas : 67 )

b.    Akan mendapat rahmat dan cinta
Sebagai mana di firman kan Allah SWT. Dalam surah Al-Jaisiyah (45) ayat 30 sebagai berikut :

ڧاماالذين امنواوعملواالصلحت فيدخلهم ربهم في رحمتهٖ ذلك هوالفوڒالمبين (الجا ثيه : ٣٠)

Artinya : Maka adapun orang – orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, maka tuhan memasuk kan mereka ke dalam rahmat nya (surga). Demikian itu lah kemenangan yang nyata. (QS. Al-Jaisiyah/45:30)

c.    Memperoleh rezeki yang baik
Firman Allah dalam surah Al-Hajj (22) ayat 50

فا الذين أمنواوعملواالصلحت لهم مغڧرةورڒق ڪريم (الحج:٥٠)

Artinya : Maka orang – orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereke memperoleh ampunan dan rezeki dari yang mulia (QS. Al-Hajj/22 :50)

d.    Memperoleh keadilan
Sebagaimana surah Yunus (10) ayat 4 mengisah kan
  اليه مرجعڪم جميعا وعدالله حق انه يبدؤاالخلق ثم يعده ليجڒي الذين امنواوعملواالصلحت بالقسط والذين كفروالهم  شراب من حميم وعذاب اليم بما كنوايكفرون (يونس:٤)   
Artinya : Hanya kepada-Nya kamu semua akan kembali. Itu merupa kan janji Allah yang benar dan pasti. Sesungguh nya dial ah yang memulai penciptaan makhluk kemudian mengulangi nya (menghidupkan nya kembali sesudah berbangkit), agar dia memberi balasan kepada orang – orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan dengan adil. Sedang kan untuk orang – orang kafir (di sediakan) minuman air yang mendidih dan siksaan yang pedih karna kekafiran mereka.
e.    Memperoleh ampunan Allah
Firman Allah dalam surah Fatir (35) ayat 7

الذين كفروالهم عذاب شديدوالذين امنواوعملواالصلحت لهم مغفرةوأجركبير(فاطر:٧)
Artinya : orang – orang yang kafir mereka akan mendapat azab yang sangat keras. Dan orang – orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka memperoleh ampunan dan pahala yang besar. (QS. Fatir/35:7)
3. Membiasakan Amal Saleh
          Beramal saleh merupakan kewajiban bagi setiap manusia, baik sebagai pribadi yang mencermin kan diri sendiri, maupun selaku umat, kaum dan bangsa. Karena sesungguh nya amal perbuatan seseorang sangat menentukan status nya secara pribadi, kaum, dan bangsa.
          Mengerjakan amal saleh hendak nya tidak di sertai pamrih karena ada sesuatu di balik amalan nya. Mengerjakan amal saleh harus di sertai niatan yang ikhlas, bukan karena mengharap kan pujian, keuntungan, jabatan, dan lain – lain. Karena sesungguh nya yang di nilai oleh Allah pada amalan seseorang adalah niat dan tujuan nya, sebagai mana di ingat kan allah dalam surah al – mu’minun (23) ayat 40.
B. Persatuan dan Kerukunan
          Manusia tidak dapat hidup seorang diri tanpa pertolongan orang lain. Hubungan di antara manusia adalah saling membantu dan menolong (ta’awun), saling mengenal (ta’aruf) dan saling memenuhi kebutuhan bersama. Hal ini merupakan kebutuhan yang asasi bagi setiap manusia.
Firman Allah
يأيهاالناس إن خلقنكم من ذكروانثى وجعلنكم شعوباوقباٸل لتعارفواإن أكرمكم عندالله أتقكم إن الله عليم خبير(الحجرات:١٣)
Artinyai  : Wahai manusia sungguh, kami telah menciptakan kamu dari seorang laki – laki dan seorang perempuan, kemudian kami jadikan kamu berbangsa – bangsa dan bersuku – suku agar kamu saling mengenal. Sungguh yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling takwa. Sugguh, Allah maha mengetahui, maha teliti (QS. Al-Hujurat/49:13).
1.     Persatuan dan Karakteristik Persatuan dan Kerukunan
Perstuan dalam bahasa arab nya di sebut engan kat ittihad, berarti ikatan. Sedang menurut istilah di artikan sebagai bentuk kecendrungan manusia yang di wujud kan dalam bentuk kegiatan melakukan pengelompokan sesame manusia menurut ikatan tertentu untuk mencapai tujuan.
Sedang kerukunan yang dalam bahasa arab nya di sebut dengan kata tawafuqun,tawaddun, ittifaqqul kalimat. Sedang menurut istilah kerukunan di maksud kan sebagai satu tata pikir atau sikap hidup yang menunjuk kan kesabarn atau kelapangan dada menghadapi pikiran – pikiran, pendapat – pendapat, dan pendirian orang. Sedang dalam istilah agama Islam, kerukunan itu di nama kan tasamuh (toleransi), yaitu membiar kan secara sadar terhadap pikiran atau pendapat orang lain. Orang yang demikian di namakan toleran.
Persatuan dan kerukunan umat merupakan awal dan fondasi terjalin nyaa ukhuwah (persaudaraan) dalam masyarakat. Dengan kata lain tampa ada nya persatuan dan kerukunan dalam masyarakat, akan sulit terwujud nya suatu ukhuwah dalam masyarakat. Baik yang menyangkut ukhuwwah basyarriyah (persaudaraan kemanusiaan), ukhuwwah wataniyyah (persaudaraan kebangsaan), maupun ukhuwwah islamiyyah (persaudaraan sesama muslim).
Nabi SAW. Bersabda
المسلم للمسلم كا لبنيان يشد بعضه بضا (رواه البخارىومسلم)
Artinya : seorang muslim bagi muslim yang lain bagai suatu bangunan, yang saling menguat kan satu sama lain (HR> Bukhari Muslim).
2.    Membiasakan Sikap Persatuan dan Kerukunan
          Pada umum nya manusia cenderung di kuasai oleh hawa nafsu untuk merasa menang dan benar sendiri dalam berbagai hal. Supaya persatuan dan kesatuan dapat tegak dengan kokoh di perlu kan empat tiang penyangga yaitu hal – hal berikut :
a.    Ta’aruf, yaitu saling kenal mengenal yang tidak hanya bersifat fisik atau biodata ringkas belaka, tetapi lebih jauh lagi menyangkut latar belakang pendidikan, budaya, keagamaan, pemikiran, ide – ide, cita – cita, serta problema hidup yang di alami.
b.    Tafahum, yaitu saling memahami kelebihan dan kekurangan, kekuatan dan kelemahan masing – masing, sehingga segala macam bentuk kesalahpahaman dapat di hindari.
c.    Ta’awun, yaitu tolong menolong di mana yang kuat menolong yang lemah dan yang memiliki kelebihan menolong orang yang kekurangan.
d.    Takaful, yaitu saling memberikan jaminan, sehingga menimbul kan rasa aman, tidak ada rasa kekhawatiran dan kecemasan menghadapi hidup ini, karena ada jaminan dari semua saudara untuk memberikan pertolongan yang di perlukan dalam menjalani hidup.
Untuk mewujud kan ukhuwah islamiyyah, para pemimpin Islam, para ulama, tokoh masyarakat, dan para cendikiawan hendak nya mempunyai kesamaan visi dalam tiga hal yaitu wawasan keagamaan, wawasan kemasyarakatan, dan wawasan universal.
3.    Nilai Positif Sikap Persatuan dan Kerukunan
Mengandung manfaat atau hikmah yang cukup besar bagi setiap orang yang mengamal kanny, antara lain.
a.    Persatuan dan kerukunan umat merupakan awal dan fondasi terjalin nya ukhuwah dalam masyarakat.
b.    Memperkukuh persatuan dan kesatuan yang menjadi syarat mutlak untuk mencapai cita – cita yang tinggi dan mulia.
c.    Memudah kan seseorang untuk mengais rezeki, sebab dengan sikap ini akan menjadikan kehidupan tenang serta membangun kerjasama dan merentas jalan untuk memperoleh rezeki.
d.    Menimbul kan ketentraman dan kedamaian dalam hidup bermasyarakat.
e.    Menjadi pilar utama untuk memberdayakan potensi dan membangun masyarakat kea rah yang lebih maju dan berperadaban.
f.    Menjadi tolak ukur solidaritas kemanusiaan yang akan mengantar kan kea rah kesejehteraan kehidupan dalam bermasyarakat.
g.    Memiliki dampak bagi tercipta nya masyarakat yang beradab san sebagai sarana mendapat rahmat Allah.

C. Kesimpulan
1. Secara istilah amal saleh berarti perbuatan sungguh – sungguh dalam   menjalankan ibadah ataupun menunai kan kewajiban agama yang di lakukan dalam bentuk berbuat kebaikan terhadap masyarakat atau sesame manusia.
2. Persatuan secara istilah artinya bentuk kecendrungan manusia yang di wujud kan dalm bentuk kegiatan melakukan pengelompokan sesama manusia menurut ikatan tertentu untuk mencapai tujuan.
3. Kerukunan secara istilah artinya satu tata pikiran atau sikap hidup yang menunjuk kan kesabaran atau kelapangan dada menghadapi pikiran,pendapat.


DAFTAR PUSTAKA
Syeh, Muhammad Al-Ghazali. 2009. Jaddid Hayaataka, perbaharuilah Hatimu. Yogyakarta: Sajadah Press.
Salim, Bahraesy.----. Riyadlus Salihin. Bandung: PT Al Maarif
Inyahwati, ida dan Usman. 2011. Ayo Mengkaji Akidah Akhlak. Surabaya: Erlangga.








 
 Thanks 4 reading







Tidak ada komentar:

Poskan Komentar